Tugas
bahasa Indonesia 2 Tgs ke 1
Sofware
Praat
Praat –
yang dalam Bahasa Belanda berarti ‘suara’ – merupakan sebuah freeware yang
diciptakan oleh Paul Boersma & David Weenink dari Phonetic Sciences
Department University of Amsterdam (www.praat.org). Dengan slogannya
‘doing phonetics with computer’, Praat merupakan software untuk melakukan
analisis dan rekonstruksi suara secara fleksibel. Praat dapat digunakan
untuk melakukan banyak hal, mulai dari analisis spectrogram hingga
rekonstruksi (add, cut, dll) suara itu sendiri.
-nyontek di modul praktikum-
Postingan
kali ini rada nyambung dengan postingan saya tempo lalu tentang Praktikum Ekfis. Cara penggunaannya cukup mudah, yang
dibutuhkan hanyalah komputer (code) atau laptop yang memiliki sound card
dan ada transduser atau semacam mikrofon yang dapat menangkap suara yang akan
kita rekam. Untuk softwarenya pun tersedia gratis di websitenya dan support
juga untuk linux
Sebagai
contoh saya merekam suara saya dalam huruf vokal ‘A’, maka pada jendela
‘Praat Objects’, pilih menu New –> Record Stereo Sound, kemudian kita
tinggal rekam saja. Apabila sudah di rekam maka kita dapat melakukan analisis
karakteristik akustik suara pada manusia.
Gambar di
bawah ini merupakan contoh tampilan jendela ‘Praat Objects’, karena saya
melakukan print screennya pake Ubuntu 11.04 yang pake Unity sehingga
menunya ga keliatan.
Contoh
objeknya tinggal di pilih saja, lalu pilih view
& edit, maka kita dapat menganalisis karakteristik akustik
suara huruf ‘A’ yang saya ucapkan.
Kalau
gambar yang di bawah ini, inilah hasil view and edit dari karakteristik akustik
suara saya. Dengan software Praat ini saya bisa mencari yang namanya, Pitch, Formant, dan Formant Bandwith…
Karakteristik
suara manusia dibagi ke dalam dua jenis, yaitu karakteristik akustik dan non
akustik. Contoh untuk karakteristik non akustik adalah pulsa dan waktu.
Sedangkan karakteristik akustik suara manusia terdiri dariPitch, Formant,
dan Formant Bandwidth.
Pitch
menunjukkan nada dasar suara manusia. Tinggi rendahnya pitch dipengaruhi antara
lain oleh usia dan jenis kelamin. Pitch dipengaruhi juga oleh pita suara.
Laki-laki dan perempuan mempunyai ukuran pita suara yang berbeda. Seorang
laki-laki dewasa memiliki pitch yang lebih rendah dan pita suara yang lebih
lebar dibandingkan dengan perempuan. Ukuran pita suara laki-laki dewasa
berkisar antara 17mm sampai 25 mm, sedangkan untuk perempuan berkisar antara
12.5 sampai 17.5 mm. Oleh karena itu laki-laki dan perempuan mempunyai
perbedaan nilai pitch.
Pitch
secara fisis didefinisikan sebagai formant ke nol (F0). Formant didefinisikan
sebagai spektrum puncak ke puncak dari suara manusia. Formant bandwidth
didefinisikan sebagai lebar dari suatu formant. Ketika manusia berbicara dan
mengucapkan suara huruf vokal dapat dihasilkan lebih dari empat formant. Tetapi
untuk dapat membedakan suatu vokal yang diucapkan cukup dibutuhkan dua formant,
yaitu formant pertama dan formant kedua. Formant pertama dan formant kedua ini
berkaitan dengan posisi lidah ketika berbicara. Untuk formant ketiga, keempat,
dan selanjutnya berpengaruh terhadap warna (timbre) suara yang dihasilkan.
Nilai F1 berkaitan dengan posisi lidah terhadap langit-langit rongga mulut.
Semakin dekat lidah dengan langit-langit maka frekuensi yang dihasilkan semakin
kecil. Nilai F2 berkaitan dengan posisi lidah depan dan belakang. Nilai F2 yang
tinggi dihasilkan ketika posisi lidah berada di depan.
Bisa
dibilang suara manusia itu unik, karena setiap orang mempunyai pitch yang
berbeda-beda, formant ke-1 dan ke-2 , dan warna suara yang berbeda-beda pula.
Pitch perempuan itu pada umumnya lebih tinggi dari pitch pada laki-laki. …
Nah dari
praktikum inilah saya menemukan kejanggalan dalam suara saya
Pitch
suara yang saya miliki memiliki frekuensi yang sangat di atas rata-rata
laki-laki pada umumnya. Dengan kata lain saya memiliki pitch perempuan .
Rentang pitch laki-laki itu berkisar kalau tidak salah rata-rata 80-180 Hz, sedangkan
pada perempuan 180-250 Hz. Sedangkan pitch saya rata-rata berada di angka 210 hz


Tidak ada komentar:
Posting Komentar