Jumat, 03 Juni 2011

tulisan manusia dan kebudayaan

Lia Eden Bebass !! (manusia dan kebudayaan)Lia Aminuddin atau yang biasa disebut sebagai Lia Eden BEBAS. Terpidana tersebut dibebaskan stelah menjalani hukuman penjara selama 4,5 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. Ia menyatakan akan tetap menyiarkan ajarannya.


Jika meminjam analisis Peter L. Berger dalam melihat Lia Eden, kelompok dan ajarannya, maka dapat diasumsikan bahwa hal tersebut merupakan fenomena keagamaan yang uniknya beberapa tahun terakhir mulai merebak di Indonesia. Dalam perspektif phenomenologi Berger, Lia Aminudin atau Lia Eden dan kelompoknya telah mengalami tiga hal yaituinternalisasi, obyektivasi dan eksternalisasi.

Internalisasi adalah proses injeksi nilai pada seseorang yang akan membentuk pola pikirnya dalam melihat makna realitas empiris. Nilai-nilai tersebut bisa jadi dari agama, budaya, kebiasaan hidup, dan norma sosial. Pemaknaan atas nilai inilah yang mewarnai pemaknaan dan penyikapan manusia terhadap diri, lingkungan dan kenyataan di sekelilingnya. Dalam konteks agama, pada pendakwah adalah orang yang sangat berperan pada fase ini. Obyektivasi disebut sebagai upaya re-definisi nilai yang sudah terinjeksi pada system of believe dalam kesadaran diri manusia. Dalam fase ini, muncul pertanyaan kritis tentang fungsi, materi, urgensi, dan beberapa hal lain terkait dengan nilai yang sudah dipahami tersebut. Hasil perenungan kembali yang terkadang dibumbuhi dengan tindakan kontemplatif ini, terkadang melahirkan proposisi nilai atau pemahaman baru yang secara subyektif dianggap lebih baik dari proposisi sebelumnya.

Eksternalisasi adalah upaya ekspresi manusia atas re-definisinya terhadap nilai yang selama ini diyakini sebagai kebenaran. Ekspresi ini diwujudkan kepada orang lain atau kelompok yang secara kuantitatif lebih besar dengan tujuan untuk mewarnai atau bahkan dalam kondisi ekstrim merubah nilai-nilai semula dengan nilai baru yang diyakini kebenarannya. Tokoh atau kelompok yang merasa memiliki proposisi keyakinan baru seperti ini reralif militan dan pantang menyerah menghadapi tekanan kelompok lain yang lebih besar. Lia Eden adalah salah satu tokoh yang mampu menunjukkan hipotesis phenomenologi ini.

Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dia juga telah mengarang lagu, syair dan juga buku sebanyak 232 halaman berjudul, "Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir" yang ditulis dalam waktu 29 hari.

Pada 1998, Lia menyebut dirinya Imam Mahdi yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga menyebut dirinya sebagai reinkarnasiBunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Yesus Kristus.

Pemahaman yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka semua dibaptis sebagai pengikutSalamullah.

Pada bulan Desember 1997Majelis Ulama Indonesia(MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Kelompok ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.

Kelompok Salamullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan masyarakat Jawa, mengenai mitos Nyi Roro Kidul yang didewakan sebagai Ratu Laut Selatan. Pada tahun 2000, Salamullah ini diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai nama kelompok. Kelompok Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha GautamaYesus Kristus, dan Kwan Im, dewi pembawa rahmat yang disembah orang Tionghoa, akan muncul kembali di dunia.

Sejak 2003, kelompok Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar adanya. Kelompok yang diketuai Lia Eden ini yang kemudian berubah nama yang kini dikenal sebagai Kaum Eden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar